Deteksi News
Featured Hukum & Kriminal Tapal Kuda

Kasus Penembakan Korban Tewas Tanah Bumbu Diduga 3 Oknum Prajurit TNI

Edy. S – Deteksi News

Tanah Bumbu, (deteksinews.co.id) – 3 Prajurit diduga terlibat tewaskan warga sipil di tempat biliar, lokasi sarigading tanah bumbu Kalsel, Kamis (03/06/21).

Kodam Mulawarman Investigasi Penembakan di Tanah Bumbu di balik penembakan misterius di Warung Biliar, Sarigadung, Tanah Bumbu mulai terungkap.

Kodam VI/Mulawarman memastikan telah menahan tiga prajurit yang berada di lokasi penembakan korban alm. Hendri, masing-masing berinisial Praka MS, Praka HRT, dan Pratu TA. Ketiganya berasal dari Kompi Senapan B Yonif 623/BWU.

“Intinya masih dilakukan penyidikan terhadap ketiga tersangka,” jelas Kepala Penerangan Kodam VI/Mulawarman Letkol Taufik Hanif kepada media.

Ketiganya dipastikan sudah dalam penahanan Detasemen Polisi Militer VI/2 Banjarmasin. “Semuanya masih dalam pemeriksaan dan sudah mengatensi kasus penembakan tersebut, jika terbukti bersalah, pihaknya menjamin pelaku sekalipun prajurit TNI tetap akan diproses hukum yang berlaku, tidak ada pengecualian,” ujar Taufik.

Meski begitu, Taufik meminta publik menunggu. Sebab, penyidikan masih bergulir.“Kami akan seobjektif mungkin,” ujar Taufik.

Atensi lainnya, Pangdam telah memerintahkan Dandim 1022/Tanah Bumbu mendatangi korban. Sebagai bentuk belasungkawa dan bantuan telah diberikan.

“Pangdam memerintahkan Danpomdam VI/mulawarman melakukan penyidikan dan proses hukum ketiga oknum TNI sesuai prosedur hukum yang berlaku dan memerintahkan Dandim 1022/Tanah Bumbu untuk membantu keluarga korban sampai proses pemakaman,”ungkap Taufik.

Krinologis kejadian pada hari Rabu (02/06/21) malam, tiga orang pengunjung mendatangi sebuah warung biliar di Kilometer 7, Desa Sarigadung, Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu.“Mereka datang menggunakan dua motor,”tutur Taufik.

Pada jam menunjukkan pukul 03.00, pemilik memberitahu ke ketiganya jika warung akan tutup. Saat ditegur, salah satu dari mereka menyiramkan air dari gelas yang berisi minuman keras jenis tuak ke Raudah. “Mereka marah ketika diminta pulang karena warung akan ditutup,”katanya.

Raudah merupakan salah seorang pelayan warung. Saat itu, kebetulan Hendri Jaya suaminya datang menjemput. Melihat istrinya disiram, Hendri lantas mendatangi ketiganya. Ketiganya tidak pakai pakaian Dinas.

Cekcok terjadi. Salah satu dari ketiganya keluar dan kembali dengan senjata api laras panjang. Hendri tertembak di bagian perut dan paha kanan. Pria yang bekerja sebagai buruh bangunan itu mengembuskan napas terakhirnya di RS Andi Abdurrahman Noor sekitar pukul 05.00.

Hasil olah TKP, polisi menemukan lima selongsong peluru kaliber 5.56. Ada indikasi jika pelaku bukan warga sipil. Polisi kemudian berkoordinasi dengan Kodim 1022/Tanah Bumbu dan mengamankan ketiganya.

Dengan senjata api yang dibawa para pelaku. Masih dalam penyidikan polisi militer. “Satu senjata api laras panjang dan satu lagi sudah kami amankan,”tutup Taufik.

Related posts

Kemarau Basah Melanda Sumenep, DKPP Gerakkan Penyuluh Dampingi Petani Tembakau 

Redaksi

Anjing Gila Gigit Anak Papua, Dokter 514 Kostrad Obati

Redaksi

Aliansi Sosial Kontrol Masyarakat Kota Pekalongan Akan Menempuh Jalur Hukum

Redaksi