Deteksi News
Featured Hukum & Kriminal Tapal Kuda

Gara-gara Kerbau Mati Tersangka Dendam Bunuh Pelaku

Edy S – Deteksi News

Kalsel, (deteksinews.co.id) – Melalui press rellease Polres tanah bumbu tindak pidana kasus pembunuhan dendam berencana yang terjadi di Kecamatan Satui Kabupaten tanah bumbu Kalsel. Selasa(25/05/21).

Melalui Press rellese bertempat di depan kantor Polres Tanah bumbu pengungkapan kasus pembunuhan. Kapolres didampingi kapolsek satui serta pihak dari kejaksaan Negeri Kabupaten tanah bumbu.

Kapolres Tanah bumbu AKBP. Himawan Sutanta Saragih, SH. S.I.K. ST, menyampaikan kepada media telah terjadi kasus tindak pidana menghilangkan nyawa orang lain sebagaimana dimaksud dalam pasal 340 sub 338 KUHP.

Kejadian pembunuhan berencana pada hari jumat (02/04/21) sekitar jam.08.30 Wita di lokasi sumpol Km. 38 Rt. 04 desa sejahtera mulia Kecamatan Satui Kabupaten tanah bumbu kalsel.

Awal kejadian pelaku Sdr. Yani asal jorong umur 64 thn dan anaknya (H) DPO mempunyai dendam terhadap korban Saipul warga simpang 4 sumpul Km. 29 Desa Sejahtera Mulia.

Menurut keterangan pelaku (Y) dendam dikarenakan korban di tuduh meracuni kerbau milik pelaku hingga mati berjumlah 8 (delapan) ekor secara bertahap mulai 1,5 tahun lalu, terakhir kerbau mati bulan maret 2021. dari hal tersebut pelaku Sdr. Yani dan anaknya DPO (H) berniat menghabisi korban.

Pelaku Yani dan anaknya (H) DPO Pada (01/04/21) melihat korban dengan naik sepeda motor melewati samping pondok milik pelaku, maka pelaku segera memberitahu anaknya Sdr. (H) bahwa korban sedang memancing.

Kemudian kedua pelaku menyiapkan parang dan menuju sepeda motor milik korban serta membututi korban dengan berbuncengan sepeda motor dan berjalan kaki menuju TKP dan mencari kayu ulin di sekitar dekat sungai kurang lebih 1,5 jam pelaku Yani dan anaknya (H) bersembunyi menuggu di jalan yang rusak akhirnya ketemu dan langsung memukul kepala korban dengan kayu ulin hingga terjatuh, setelah terjatuh pelaku langsung mengambil parang yang terselip di pingangnya langsung membacok tubuh korban di bagian dada, leher hingga korban terguling guling kemudian korban menutupi kepalanya dengan kedua tangganya melihat hal tersebut pelaku semakin membabi buta dengan di bantu anaknya (H) DPO ikut membantu ayahnya membacok korban di bagian belakang dan kepala hingga korban tewas meregang nyawa.

Setelah korban meninggal para pelaku meninggalkan korban dengan menaikki motor milik pelaku dan menyembunyikanya kurang lebih 500 M dari TKP.

Sebelum korban Saipul tewas di tanggal (01/04/21) Korban berpamitan dengan istri untuk pergi memancing dengan mengunakan sepeda motor namun setelah 1 malam tak pulang pulang kemudian istrinya menyuruh saksi Sdr. (M) dan Saksi (I) untuk mencari keberadaan korban dan menemukanya di pinggir jalan dekat sungai dengan kondisi kedua telapak tangan hampir putus dan leher sobek di kepala bekalang dalam kondisi tewas dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Satui.

Kedua pelaku saat korban ditemukan juga ikut melihat secara bergantian dengan warga. setelah kejadian ada niat kedua pelaku untuk melarikan diri menghilangkan jejak ke arah Kaltim akan tetapi batal dan kembali ke Sungai danau Kecamatan Satui dan melanjutkan pergi ke Peleihari tanah laut.

Polsek satui melakukan penyelidikan dan Visum mengumpulkan barang bukti dan olah TKP serta melakukan pemeriksaan terhadap saksi kurang lebih 1 bulan baru terungkap, berkat kegigihan pihak polsek akhirnya terungkap dengan barang bukti petunjuk awal dari topi yang sering digunakan pelaku Yani tertingal di TKP, 1 unit sepeda motor supra milik korban dengan nopol DA 2701 SC warna silver kuning barang milik korban yang di rampas lalu di sembunyikan di dalam hutan dan barang bukti dari pelaku 1 unit sepeda motor honda revo warna hitam nopol DA 2741 ZAE, 2 bilah parang serta balok kayu ulin yang di gunakan pelaku saat kejadian, jaket abu abu ada noda noda darah, baju kaos warga kuning, celana warna coklat ada noda darah, 1 buah topi warna hitam dan 1 buah tas keranjang.

Untuk pasal yang kenakan yaitu tindak pidana menghilangkan nyawa orang lain dengan direncanakan lebih dahulu dan atau dengan sengaja menghilang nyawa orang lain sebagai maksud dalam pasal 340 KUHP di ancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama dua puluh tahun.
dan pasal 338 KUHP diancam pidana paling lama 15 tahun.

Penyidik : AKP.Parman S.Sos MM.
Penyidik : Ipda.M.Dedy Harianto.
Penyidik pembantu : Aipda.Tri Marsono.

Related posts

Musyawarah Serentak Verval Data DTKS dan PBI JK Kelurahan Badean

Redpel

Kapolsek Curahdami Gencar Lakukan Giat Vaksinasi Massal di Wilayahnya

Redpel

Kapolda Jatim Lepas Kontingen Pramuka Saka Bhayangkara Ikuti Pertikaranas

Redpel