Deteksi News
Featured Madura

Berawal Dikasih Pinjam Pakai, Warga Ini Malah Mau Menyerobot Hak Lahan

Hilman – Deteksi News

Sumenep, (deteksinews.co.id) – Berawal sekitar tahun 1984 Ibu Annam, Warga Dusun Bulu, Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, dikasih pinjam pakai sebidang lahan/tanah untuk dikelolanya, tanah tersebut milik keluarga Ach. Rosyidi yang juga warga setempat.

Namun anehnya Ibu Annam dan keluarganya tiba-tiba mengklaim dan ingin menguasai tanah pinjam pakai yang dikasih keluarga Ach. Rosyidi.

Bahkan ibu Annam berniat menguasai sepenuhnya tanah tersebut dengan mensertifikatkan tanah milih keluarga Ach. Rosyidi atas nama Rasik B. Minadri.

Atas dasar itu, Ach. Rosyidi yang merupakan cicit dari almarhumah Rasik B. Minadri ingin mengambil kembali lahan yang dikasih kepada ibu Annam. Bahkan sudah sekitar tiga kali diminta oleh keluarga pemilik lahan, tetap saja ibu Annam mengklaim tanah itu miliknya.

“Sudah berapa kali diminta sekitar tahun 1984 diminta, tahun 1986 diminta, tahun 2004 juga diminta hingga tahun 2021 ini tanah itu tetap tidak dikasih karena diklaim miliknya,” ujar Achmad Agung Indra Yasid, kuasa hukum, Ach. Rosyidi.

Lebih lanjut, Agung panggilan advokat muda itu menyampaikan, karena sudah berulang kali diminta tidak dikasih, bahkan sudah dilakukan mediasi oleh Kepala Desa juga gagal akhirnya, Ach. Rosyidi menggugat ke Pengadilan Negeri (PN) Sumenep, dengan nomor : 10/Pdt.G/2021/PN.Smp.

“Padahal tanah itu belum pernah terjadi transaksi jual beli atau hibah. Namun pada awal tahun 2021 kemarin tiba-tiba tergugat (Annam) meminta izin kepada pemilik lahan (Ach. Rosyidi) untuk di sertifikat,” ungkapnya.

“Oleh karena itu terjadilah percekcokan antara tergugat (Annam) dan tergugat (Ach. Rosyidi) sehingga dilakukan mediasi oleh kepala Desa namun gagal, akhirnya Klain kami menempuh jalur hukum ini,” imbuh Agung.

Bahkan menurut agung, tanah itu hingga saat ini sesuai Leter C Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, yang dimiliki Penggugat (Ach. Rosyidi) masih tetap atas nama Rasik B. Minadri, yakni buyud Ach. Rosyidi dengan nomor kohir 212, Persil 14a, Kelas III, dengan luas kurang lebih 870 M².

“Dengan bukti otentik ini sudah jelas tanah itu milik Klain kami, Ach. Rosyid. Sementara alasan tergugat mengklaim tanah tersebut mungkin hanya berdasarkan sudah menguasai fisik tanah tersebut sudah puluhan tahun lamanya,” tandasnya.

Selain itu, pihak keluarga Ach. Rosyidi sudah melakukan usaha penyelesaian dengan cara kekeluargaan, namun tetap saja keluarga ibu Annam tidak mau dan tetap ingin menguasai sepenuhnya tanah tersebut.

“Bahkan dalam persidangan hingga hari ini dilakukan mediasi oleh oleh Pengadilan Sumenep, tergugat tetap tidak mau. Padahal kami sudah menawarkan ganti rugi sebesar Rp. 500 juta kepada Klain kami, namun pihak tergugat tetap menolak,” pungkasnya.

Related posts

Terancam Dipansuskan, Oknum Anggota DPRD Komisi IV Bondowoso Diduga Minta Mahar Jutaan

Redaksi

Penyaluran BLT DD Desa Belimbing Berjalan Dengan Lancar

Redaksi

Kapolsek Curahdami Gencar Lakukan Giat Vaksinasi Massal di Wilayahnya

Redaksi